Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Show Video

Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Mengenal Revit Architecture

Written By AdiN Lubis on Rabu, 18 Mei 2011 | 08.20

Posting ini adalah bagian pertama dari tutorial Revit untuk pemula yang akan saya publish. Jika anda berminat untuk mempelajari Revit dari awal, mungkin seri tutorial ini dapat berguna. Harap sabar jika saya tidak dapat mengupdatenya terlalu sering… karena menulis tutorial yang berurutan dari awal tidak semudah menulis tips dan tricks ;) Saya akan coba untuk menyelesaikan seri tutorial ini sampai akhir. Terutama jika peminatnya cukup banyak.
Satu tips dari saya, bagi yang sudah bisa AutoCAD, jangan membandingkannya dengan alur kerja AutoCAD, karena Revit dan AutoCAD adalah software yang sangat berbeda. They are totaly different animals! Selamat mencoba!
Tak kenal maka tak sayang. Sebelum memulai tutorial ini lebih jauh, saya akan menjelaskan lebih dahulu tentang Revit Architecture. Apa itu Revit, dan apa saja yang dapat dilakukannya.
Revit Architecture merupakan aplikasi building information modeling (BIM). Aplikasi BIM lebih dari sekedar aplikasi 3D modeling. Jika anda bekerja dengan model 3D, anda hanya dapat menggunakannya untuk visualisasi. Sementara dengan BIM, anda dapat melakukan jauh lebih banyak.
Berbeda dengan AutoCAD yang merupakan aplikasi CAD untuk umum, aplikasi BIM didesain khusus untuk para arsitek dan insinyur yang berkaitan dengan bangunan. Secara ringkas, BIM dapat diartikan anda membuat dan menggunakan model virtual dari bangunan. Sama seperti halnya jika anda membangun bangunan sesungguhnya, anda juga melakukan hal yang sama di Revit.
Karena anda membuat model bangunan sesungguhnya, anda dapat mengambil data apapun yang anda butuhkan dari model tersebut. Denah, tampak, potongan, schedule (bill of quantity) adalah sebagian dari data yang dapat anda gunakan. Lebih jauh, anda dapat menampilkannya dalam color fill, perspektif 3D, raytraced image (atau rendering), detailed drawing, dan hampir semua yang anda butuhkan dalam mendesain bangunan. Revit juga mendukung penggunaan aplikasi analisis seperti analisis struktur, analisis green building, heat load (beban pendingin/pemanas ruangan), dan berbagai analisis lain. Pendeknya, sebelum anda membuat bangunan sesungguhnya, anda dapat menganalisanya terlebih dahulu dengan membuat model Revit! Karena Revit Architecture memang didesain untuk arsitek, anda dapat bekerja seperti yang biasa dilakukan arsitek. Termasuk cara konvensional, yaitu dengan mendesain layout denah.
Meski anda bekerja dengan cara konvensional 2D, anda akan langsung memperoleh model 3D. Dengan demikian, anda dapat melihatnya sebagai tampak. Anda juga dapat mendefenisikan garis potong untuk memperoleh gambar potongan. Semua hanya dilakukan dalam satu kali kerja.
Data lain yang akan sangat berguna bagi anda adalah schedule. Revit dapat menghitung objek-objek arsitektur yang anda letakkan di model anda. Anda dapat mengetahui berapa volume dinding, jumlah pintu dan jendela, tanpa harus menghitungnya secara manual.
Yang paling menyenangkan, anda dapat melihat bangunan anda dalam bentuk perspektif dari sudut manapun. Anda cukup mendefenisikan posisi kamera anda. Hal ini akan sangat menyenangkan bagi desainer dan pemilik proyek. Pemilik proyek dapat lebih mudah memahami maksud desainer dengan melihat model 3D. Tentunya jauh lebih mudah dipahami daripada melihat gambar denah saja.
Di tutorial selanjutnya, anda akan mempelajari dasar-dasar Revit Architecture untuk mendesain bangunan yang anda lihat di artikel ini.



Sumber http://tentangcad.com
08.20 | 0 komentar

Membuat Block pada Autocad


022210_0236_MembuatBloc1.pngTutorial ini khusus untuk para drafter pemula yang baru mengenal Autocad, yang belum banyak mengenal banyak fungsi, fungsi block sangat banyak manfaatnya dan banyak di gunakan di dalam gambar, dan sangat pasti bagi drafter pemula setelah anda bisa merangkai gambar, akan mengarah ke penggunaan block, mudah-mudahan tutorial yang sangat sederhana ini bisa menambah pengetahuan anda.
Langkah pertama siapkan oleh anda sebuah gambar, atau anda bikin gambar dadakan sekehendak anda, arahkan kursor ke menu “Draw -> Block -> Make”, atau ingin lebih singkat pada command prompt ketik “Block”, akan muncul dialog ini.

Gambar 1. Tampilan definisi blok.
Isilah kotak “Name” dengan nama Bolt, di ikuti dengan tekan tombol “Select object” dan pilih gambar anda yang akan di jadikan block, lanjutkan dengan menekan tombol “Pick point” dan pilih sebagai patokan base pointnya, centang tombol “Convert to block”, kotak Description boleh di isi atau kosongkan saja.

Gambar 2. Tampilan berubah setelah langkah di atas di kerjakan.
Setelah selesai tekan tombol “OK”, gambar asli tetap masih ada di tempatnya , sekarang lakukan ketik pada command prompt “Insert” atau “ddinsert”, akan muncul lagi dialog ini

Gambar 3. Dialog insert yang di tampilkan.
Pada kotak “Name” cari nama block yang anda buat tadi, tidak tertutup kemungkinan nama block sudah banyak di data base anda, lanjutkan tekan tombol “OK”.
Begitu tombol ok anda tekan dialog inser langsung menghilang, tapi pada command muncul “Specify insertion point or [Scale/X/Y/Z/Rotate/PScale/PX/PY/PZ/PRotate]:”, disini anda boleh memilih tulisan yang berada dalam “[.....]” dan seting sendiri atau ingin lebih ringkas, di klik aja dimana anda suka.

Menghitung Luas dengan Add/Subtract Area

areaUntuk mengitung luas pada AutooCAD kita dapat menggunakan perintah AREA. Misalnya pada gambar berikut yang terdiri dari RECTANGLE dan CIRCLE, saya akan mengukur luas area yang berwarna hijaunya saja.
area [Read more...]

Tutorial #1: Membuat Dinding

wall
Beberapa waktu yang lalu saya sudah memposting mengenai sistem penggambaran di AutoCAD. Kali ini kita akan meneruskan secara detail menyiapkan reusable content berupa dinding. Meski ini mungkin sedikit banyak overlap dengan tutorial dynamic block, tapi tujuan kali ini berbeda.
Bukalah sebuah gambar baru. PASTIKAN ANDA MENGGUNAKAN TEMPLATE ISO.
Persiapkan 2 layer berikut:
  1. A-Wall
  2. A-Wall-Detail
layers
Kenapa kita membuat dua layer untuk dinding? Kita akan menggambarkan secara lengkap dinding tersebut. Namun sebagian kita gambar di layer detail. Tujuannya pada saat kita menampilkan pada gambar dengan skala relatif kecil, kita akan tampilkan semuanya. Namun untuk skala kecil, seperti siteplan, kita tidak akan tampilkan detailnya.
Aktifkan layer A-Wall. Gambarlah rectangle dengan ukuran 500×150.
Aktifkan layer A-Wall-Detail. Buatlah rectangle dengan ukuran 500×110. Isi dengan hatch ANSI32.
dinding bata
Sekarang, buatlah menjadi block. Berikan insert point pada midpoint sisi dinding. Setelah jadi, buka di block editor.
Tambahkan parameter distance seperti berikut.
distance
Bukalah properties palette. Pilih parameter tersebut.
Ubah properties berikut:
  1. Distance name menjadi Length.
  2. Number of Grips menjadi 1.
tambahkan action stretch. Hasilnya akan seperti berikut:
stretch
Jika and tidak terlalu jelas langkah-langkah memberikan parameter dan action, dapat lihat di tutorial dynamic block ini.
Kita akan menambahkan satu lagi parameter. Tambahkan parameter alignment, snap ke insertion point block anda. Ingat, titik acuan alignment harus sama dengan titik acuan insert point. Jika tidak, parameter ini tidak akan bekerja. Klik titik kedua ke arah panjang dinding.
alignment
Save block ini, dan tutup block editor. Ujilah block anda. Coba apakah sudah sesuai fungsi stretchnya, dan apakah jika disnap ke garis vertikal atau miring sudah mengikuti orientasi garis tersebut.
Selanjutnya kita akan membuat kolom, lalu pintu.

Arsiran Keramik Terskala

Ada beberapa catatan ketika penulis mendapat gambar dwg arsitektural dari seseorang. Salah satunya adalah pola keramik pada denah lantai. Kebanyakan masih menggunakan line untuk pola keramiknya.
Memang yang dibutuhkan untuk gambar pola keramik haruslah terskala. Sedangkan hatch pattern AutoCAD tidak menyediakan pola keramik 20×20, 30×30, 20×30, dst.
Untuk itu sebenarnya kita bisa menggunakan user defined-nya hatch. Misal pola keramik 20×20, pada dialog box hatch kita pilih type: user defined, spacing: di isi 20, lalu centang opsi Double. Agar berpola arsir 20×20.
Jangan lupa untuk hatch origin kita pilih yang specified origin lalu centang opsi default to boundary extents:, pilih yang center agar pola lantai terbagi rata kesekelilingnya.

Hal sama juga dilakukan untuk pola lantai 30×30, cukup mengubah Spacing.-nya menjadi 30.
Lalu bagaimana kalau keramik 20×30?
Mudah kok Buat dua arsiran di daerah yang sama. Pertama-tama buat dulu arsiran yang 20-nya hilangkan centang Double. Kemudian buat arsiran 30-nya hilangkan juga centang Double dan ubah Angle: ke 90 derajat.
Bila sakit berlanjut. Hubungi tentangCAD terdekat. :-)

Text menggangu Hatch?

Pernahkah mengedit text di area hatch?
Yang sering terjadi adalah ada bekas lubang yang tidak sesuai dengan text yang telah diperbarui. Ada banyak solusi untuk cara ini, salah satunya dengan menghapus hatch dan buat baru atau membuat hatch yang associative
Tetapi hal ini kurang dapat diandalkan juga karena kadang associative hatch-nya gak jalan.
Solusi yang penulis lakukan adalah dengan hatch terpisah dengan text-nya.
Pertama-tama buat hatch-nya dahulu sesuaikan dengan yang diinginkan. Lalu baru buat text dan diletakkan didalamnya. Masalah yang muncul adalah arsiran hatch dengan text-nya bersilangan.
Untuk mengatasi masalah ini aktifkan background mask pada text.


Secara otomatis arsiran seakan-akan terpotong diarea sekitar text.
Coba pindah text tersebut diarea arsir dan diluar arsir.
Lihat apa yang terjadi :-)
Powered by Zoundry Raven
08.17 | 0 komentar

Seri Tutorial AutoCAD untuk Pemula: Interface dan Penggunaan Tool-tool

Banyaknya permintaan mengenai ‘belajar AutoCAD’, membuat saya ingin juga mengulas seri tutorial untuk AutoCAD ini. Mulai hari ini, saya akan mengulas ‘teknik belajar AutoCAD sendiri’. Jangan berharap bahwa tutorial ini sama dengan buku-buku yang beredar dipasaran, karena saya akan membahasnya secara berbeda. Saya tidak akan membahas secara detail untuk setiap tool dan fitur, karena menurut saya itu hanya akan membuang-buang waktu. Ada ratusan tool, dan belum tentu semua akan anda pakai. Saya akan lebih membahas mengenai konsep cara penggunaan AutoCAD, sehingga anda dapat mencoba sendiri menggunakan tool-tool yang ada.
Untuk tutorial ini, saya menggunakan AutoCAD 2009, yaitu versi terbaru. Karena menurut saya tidak efektif jika saya membuat tutorial untuk versi lama. Harapan saya, umur tutorial ini akan lebih panjang daripada jika saya menulis tutorial untuk AutoCAD 2004, misalnya.

Bukalah AutoCAD 2009 anda.
workspace.jpg
Di bagian kanan bawah. Klik tombol workspace (icon seperti gear) dan pilih 2D Drafting & Annotation. Pastikan anda memilih ini agar kita semua dapat melihat interface yang sama. Seharusnya sekarang anda melihat interface berikut (klik untuk melihat gambar besar):

Jika anda telah familiar dengan Windows dan Microsoft Office Vista, anda akan melihat look and feel yang sama.
acad logo.jpg
Klik logo AutoCAD di kiri atas. Di sanalah menu AutoCAD berada. Sekarang mestinya anda telah melihat menu-menu tersebut. Hal yang sama berlaku untuk Microsoft Office yang baru!
Ribbon Bar, merupakan akses utama untuk mengakses tool AutoCAD yang dapat anda gunakan. Perhatikan tab di atasnya. Ada home, block & references, annotate, dst. Masing-masing tab mengelompokkan toolbar yang sejenis. Home berisikan toolbar yang paling sering dipakai.
Pointer, merupakan tool untuk mendefenisikan titik input. Mari kita fokus dengan kedua tool ini dulu.
line.jpg
Pada panel draw, klik line. Line merupakan tool yang paling dasar. Kita akan mencoba dari yang paling mudah ini dulu.
Sesudah anda mengklik line, perhatikan bahwa pointer berubah bentuk. Mode ini menunjukkan AutoCAD meminta input titik dari anda. Dan disebelahnya terdapat tulisan ‘specify first point’ dan koordinat. Defenisikan titik pertama! Bentuk ini disebut dengan dynamic input. AutoCAD akan membimbing anda untuk menyelesaikan tugas anda. Jadi jika bingung saat menggunakan tools baru, ikuti keterangan yang muncul!
Klik di area kosong bidang gambar.
input mode.jpg
Apa yang terjadi kemudian? Sekarang ada garis dari titik yang anda klik, ke pointer anda. Arah dan panjang garis mengikuti pointer anda. Tulisan di sebelah pointer bertuliskan: specify next point or
next point.jpg
Kita fokus dulu dengan specify next point. Klik saja titik untuk mendefenisikan titik selanjutnya. Jangan pikirkan ukuran dan posisi dulu. Klik beberapa kali lagi. Kali ini perhatikan juga di area command line. Di sana ada tulisan yang persis sama dengan di sebelah pointer anda. Tekan [enter] untuk mengakhiri tool ini.
command line.jpg
Command line dulu adalah satu-satunya pilihan pengguna AutoCAD untuk melihat proses yang sedang berlangsung. Namun bagi anda yang menggunakan AutoCAD 2006 ke atas, punya pilihan lain.

AutoCAD Rules:

Untuk mengakhiri sesi ringkas hari ini, saya akan menetapkan satu aturan. Jangan lupakan kelak, saat anda meneruskan belajar sendiri.
Menggunakan tool AutoCAD: Klik pada toolbar, dan ikuti langkah selanjutnya pada dynamic input atau command line.
Tantangan:
Sebelum meneruskan lagi untuk seri tutorial ini, dapatkah anda mencoba beberapa tool lain, terutama rectangle dan circle?
08.15 | 0 komentar

Apa itu Google AdWords, Apa keuntungannya ?

Written By AdiN Lubis on Jumat, 06 Mei 2011 | 03.29

Google AdWords adalah produk iklan yang dikeluarkan oleh search engine dan direktori Google. Google AdWords memiliki arti advertising atau iklan dalam bentuk teks yang ditampilkan pada mesin pencari Google saat terjadi searching atau pencarian dengan kata kunci tertentu. Iklan ini akan ditampilkan di bagian kanan hasil pencarian. Sebaga
contoh, buka situs www.google.com. Pada field pencarian, isi kata kunci “lowongan”, lalu klik tombol “Cari”. Dalam waktu beberapa detik akan ditampilkan hasil pencarian seperti terlihat pada Gambar

Contoh Google AdWords

Google AdWords akan ditampilkan di bagian kanan pada halaman pertama. Tampilnya iklan tersebut pada halaman pertama akan memberi peluang yang besar untuk mendapatkan pelanggan baru bagi situs tersebut.

a. Tujuan Beriklan di Google AdWords


Tujuan pemasangan iklan di Google AdWords adalah untuk mencari pelanggan baru yang sedang melakukan browsing atau mencari produk di Google. Hal ini mengingat google.com merupakan mesin pencari dengan database terbesar.
b.

Keunggulan Iklan di Google AdWords

Dengan Google AdWords, pemilik website dapat membuat iklan sendiri, memilih kata kunci yang sesuai, dan hanya membayar jika ada seseorang yang melakukan klik pada iklan tersebut. Dibandingkan dengan media iklan yang lain, Google AdWords memberikan keuntungan yang lebih menarik, selain biaya yang terjangkau.
c.

Keuntungan yang Ditawarkan Google AdWords

Iklan Google AdWords dapat dimanfaatkan bagi perusahaan berskala kecil maupun besar, karena anggaran yang harus disediakan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing perusahaan. Beberapa keuntungan yang ditawarkan oleh Google AdWords sebagai berikut.

1.
User dengan kualitas tinggi. Iklan akan ditampilkan kepada user yang sedang mencari dengan kata kunci yang dipasang pada iklan. Dengan demikian user yang mengunjungi situs yang dipromosikan benar-benar sedang mencari produk yang dibutuhkan.
2.
Anggaran dapat dikendalikan. Biaya maksimum per klik (BPK) dan jumlah anggaran harian dapat dikendalikan. Sistem AdWords tidak akan menarik biaya lebih dari anggaran yang telah ditetapkan.
3.
Memperoleh hasil maksimal dengan investasi minimal. Untuk beriklan hanya dibutuhkan biaya sebesar $5 (kurang lebih Rp 50.000,-) dan biaya perklik 5 sen dolar (Rp 600,- perklik).
4.
Fleksibel. Tidak ada biaya bulanan atau biaya minimum tertentu dalam waktu tertentu.
2.

Kelebihan program AdWords


Iklan Google AdWords memberikan kelebihan bagi para penggunanya, di antaranya:

a. Menjangkau orang yang mencari produk atau servis yang ditawarkan dalam website yang diiklankan dengan Google AdWords.
b. Pengiklan dapat memegang kontrol secara penuh terhadap anggaran.
c. Mudah membuat dan mengedit iklan.
d. Iklan dapat ditampilkan segera (dalam hitungan menit) setelah dibuat di Google AdWords.


Laporan kinerja iklan dapat digunakan untuk melihat seberapa baik promosi berjalan. Selengkapnya kelebihan-kelebihan yang ditawarkan oleh Google AdWords adalah sebagai berikut.

a.

Kontrol yang Baik


Account Google AdWords sepenuhnya dapat disesuaikan bagi pemasang iklan manapun, seperti tercantum bi bawah ini.

1.
Penagihan berdasarkan biaya per klik (BPK), jadi hanya membayar klik yang terjadi pada iklan saja, pada harga yang telah ditentukan (minimal mulai dari 5 sen USD sampai USD 50).
2. Anggaran harian ditentukan sendiri, minimal 5 sen USD.
3. Iklan dibuat dan diatur dengan target tertentu.
4. Laporan kinerja iklan/promosi langsung di dalam account.
5. Jaringan mitra iklan yang terdiri atas halaman web dan halaman promosi priduk berfugsi sebagai sarana untuk menigkatkan luasnya pangsa penayangan iklan.
6. Satu iklan atau lebih ditargetkan menggunakan satu kata kunci atau lebih.

b. Sukses


Kesuksesan program Adwords dibangun dari kesuksesan para pengiklannya sehingga program akan selalu dikembangkan menjadi lebih baik dan dapat menarik prospek-prospek yang bermutu dengan biaya yang paling efektif. Disediakan perkiraan biaya dan alat-alat yang dapat membantu untuk mengontrol biaya.

c. Support


Telah disediakan media untuk membantu (pusat bantuan) bagi para pengguna iklan Google AdWords agar pengguna dapat memaksimalkan alat-alat Bantu yang disediakan dan merasakan fleksibilitas dalam mengatur account. Pusat Bantuan ini penuh dengan informasi Google AdWords yang penting, tip-tip meningkatkan kinerja iklan, dan penjelasan langkah demi langkah bagaimana membuat dan menelola account.

d. Metode Pembayaran


Google AdWords menyediakan cara pembayaran melalui kartu kredit, kartu debit, auto debit, dan pembayaran melalui transfer bank. Umumnya pembayaran dilakukan dengan kartu kredit yang diterima secara internasional, seperti Mastercard, Visa, dan kartu debit. Pada negara-negara tertentu yang tidak mengenal pembayaran kartu kredit, pembayaran dapat dilakukan dengan autodebit dan transfer bank. Ada dua metode pembayaran AdWords, yaitu sistem pasca bayar dan prabayar.

1. Metode Pasca Bayar


Pascabayar adalah metode pembayaran yang dilakukan setelah user melakukan klik iklan Anda. Tentu saja iklan Anda harus diaktifkan atau ditayangkan terlebih dahulu. Agar iklan Anda segera ditayangkan, setelah registrasi, Anda harus segera memberikan data informasi penagihan, misalnya data kartu kredit. Saat itu Anda akan di-charge sebesar $50 sebagai biaya registrasi sehingga account Anda akan aktif dan iklan mulai ditayangkan. Setelah Anda menentukan jumlah anggaran untuk harian dan bulanan, Anda akan di-charge tiap 30 hari atau ketika batas anggaran tersebut telah tercapai.
2. Metode Prabayar


Pembayaran dilakukan di muka sebelum menerima klik apapun. Setelah Anda menerima klik-klik tersebut, AdWords akan mengurangkan biayanya dari saldo prabayar Anda. Iklan Anda akan langsung jalan segera setelah AdWords menerima pembayaran dari Anda. Jika account Anda kehabisan dana, iklan tersebut akan berhenti ditayangkan sebelum Anda kembali membayar, jadi pastikan bahwa Anda selalu mengecek saldo account Anda secara teratur. Anda akan selalu diingatkan dan Google AdWords akan mengirimkan email ketika dana Anda tinggal tersisa sedikit dan ketika saldo Anda menjadi nol.


Sumber, diambil dari buku Kita sukses berpromosi website dengan Google AdWords
03.29 | 0 komentar