Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Show Video

Cara Membuat Efek Soft Tone pada Foto

Written By AdiN Lubis on Jumat, 20 Mei 2011 | 06.12

Efek Soft Tone pada Foto

Saya sebenernya gak terlalu bisa nge-Tone.. hehehe.. tapi saya tadi coba-coba.. dan hasilnya lumayan Unik dan sop Soft.
Saya pernah liat ada fotografer yang hasil editannya kayak gini juga.
Gampang banget kok caranya.. pemula aja pasti bisa.. kecuali yang pemula banget.. yang pegang komputer aja baru sekali.. hehehe.. tapi gak mungkin deng.. yang baca ini kan lagi buka Ilmuphotoshop, berarti udah pegang komputer puluhan bahkan ratusan kali kan ? ;)
Pertamax buka foto yang akan diedit.. usahakan foto nya yang outdoor yah..kalo agak gelap fotonya di terangin dulu aja pake Image > adjustment > brightness/contrass
Lagi-lagi saya pake foto adik saya..  abis cuman keluarga aja yang jadi objek foto saya.. kecuali ada yang dengan sukarela mau difoto hehehe.. ada yang mau ?
syaratnya fotogenik, suara bagus, bisa nyanyi.. yee.. ini teh mau kontes Indonesian Idol apa mau difoto ? hihihi..
soft tone 1
Sekarang Tekan CTRL + J untuk menduplikat layer background
soft tone 2
Klik Channel Palette ( kita maen-maen channel )
Pilih channel Green.. tekan CTRL + A ( select all) dan CTRL + C untuk copy yang terseleksi
soft tone 3
Klik Channel Blue dan tekan CTRL + V untuk paste channel green tadi
soft tone 4
sekarang klik channel RGB .. gambar sudah berubah kan ?
soft tone 5
Kita kembali ke Layer dengan menekan Layer palette
soft tone 6
hasilnya :
soft tone 7
Klik New Adjustment yang letaknya dibawah jendela layer palette > pilih Selective Kolor Color
soft tone 8
Setting seperti ini yah :
soft tone 9
soft tone 10
soft tone 11
soft tone 12
soft tone 13
Ubah opacity dan fill menjadi masing-masing 50%
soft tone 14
Sekarang kita add New Adjustment lagi.. Klik New Adjustment > Channel Mixer
soft tone 15
Setting seperti gambar dibawah :
soft tone 16
soft tone 17
soft tone 18
gampang kan ? Nih hasilnya gan…
soft tone effect
Silahkan test angka-angka nya.. pasti bisa dapet tone yang lebih keren lagi..
Selamat Mencoba..
06.12 | 0 komentar

cara Mendefenisikan Ruang dan Schedule Ruang

Written By AdiN Lubis on Rabu, 18 Mei 2011 | 08.51

ika anda mengikuti seri tutorial ini dari awal, anda mungkin menyadari bahwa seri ini sudah hampir selesai. Ya, kita sudah selesai membuat model bangunan kita. Sekarang yang kita lakukan adalah mendefenisikan informasi (arti Building Information Modeling mestinya semakin jelas sekarang) dan merepresentasikan design. Di bagian ini kita akan meneruskan mendefenisikan informasi, yaitu ruang.
Salah satu data arsitektur yang sering digunakan adalah ruang. Kali ini anda akan mendefenisikan area ruang, dan nama ruang tersebut.

Untuk memperjelas tag ruangan, kita akan mengubah sedikit visibility view ini. Tekan [V], [G] untuk mengaktifkan dialog visibility/graphics.
Aktifkan halftone untuk kategori berikut.
  • Casework
  • Entourage
  • Furniture
  • Furniture systems
Klik OK untuk menutup dialog ini.
Aktifkan tab room and area pada design bar. Jika anda tidak dapat melihat tab ini, klik kanan pada design bar dan aktifkan tab tersebut. Aktifkan tool room.
Gerakkan pointer anda ke dalam ruangan, dan klik saat anda melihat area ruang didefenisikan. Berikan defenisi ruang untuk ruangan-ruangan berikut.
room defenitions.jpg
Perhatikan bahwa saat anda mendefenisikan ruang tamu dan ruang keluarga, kedua ruang ini dianggap satu ruang oleh Revit. Hal ini karena Revit mengasumsikan ruang dengan mencari dinding di sekitarnya. Kita tidak membuat dinding yang membatasi kedua ruang tersebut.
Untuk itu, aktifkan room separation dari design bar, dan buat garis yang membatasi kedua ruang. Buat pula garis room separation mengelilingi tangga. Di sini kita tidak mendefenisikan tangga sebagai bagian dari ruang keluarga. Pilihlah salah satu garis room separation yang anda buat. Klik kanan, pilih menu hide in view>category. Garis ini akan disembunyikan, dan tidak akan tampak saat dicetak. Tambahkan defenisi ruang ke ruang tamu dan ruang keluarga.
room separation.jpg
Pastikan modify aktif. Ganti nama ruangan yang ada dengan mengklik nama ruang yang ada. Ketikkan nama ruangan yang sesuai.
edit room name.jpg
GF room name.jpg
Berikan pula defenisi ruang dan nama ruang yang sesuai untuk lantai satu.
FF room name.jpg

Membuat Room Schedule

Sekarang setelah ruangan anda jadi, anda dapat membuat laporan tentang ruang tersebut. Yang paling sederhana adalah nama dan luas ruang.
Aktifkan tab view pada design bar. Aktifkan tool schedule/quantities.
Pada dialog yang muncul, pilih kategori rooms. Klik OK. Pada dialog berikutnya, pada kolom available fields, pilih number. Klik ‘add ->’. Parameter ini akan ditambahkan pada kolom scheduled fields.
Tambahkan lagi berturut-turut name dan area.
schedule properties.jpg
Klik OK. Revit akan membuka view room schedule anda.
room schedule.jpg
Berikutnya, kita akan membahas sedikit lebih detail soal schedule (Bill of Material), mempersiapkan view untuk dicetak, membuat sheet dan border anda sendiri… dan terakhir, mencetaknya. Setelah itu seri tutorial ini selesai.
08.51 | 0 komentar

Penting ! Perhatikan Representasi yang Berbeda pada Revit Views

Setiap view, hanya dapat satu kali ditampilkan dalam sheet. Jika anda ingin punya beberapa gambar representasi yang berbeda, anda harus membuat view lagi. Kali ini kita akan membuat satu view untuk menampilkan denah pintu dan jendela anda. Kita masih melanjutkan file yang dibuat sebelumnya.
Klik kanan view floor plans:lantai dasar pada project browser. Dari context menu yang muncul, pilih duplicate view>duplicate.
Anda akan melihat satu view lagi pada browser dengan nama copy of lantai dasar.
Klik kanan view tersebut, dan pilih rename dari context menu. Berikan nama ‘schedule pintu lantai dasar’.

Tekan [V], [G] untuk membuka dialog visibility/graphics.
Nonaktifkan visibility untuk objek-objek berikut:
  • Casework
  • Entourage
  • Furniture
  • Furniture systems
  • Planting
Klik tanda ‘?’ untuk menonaktifkannya. Klik OK.
Perhatikan bahwa objek-objek tersebut disembunyikan pada view ini. Buka view lantai dasar, dan perhatikan bahwa objek-objek anda masih
ada.
Kembali aktifkan view schedule pintu lantai dasar. Tekan [V], [G].
Sekarang aktifkan halftone pada kategori objek berikut:
  • Floors
  • Railings
  • Stairs
Klik OK. Kembali perhatikan perubahan yang terjadi.
Kembali aktifkan dialog visibility/graphics dengan menekan [V],[G].
Pada bagian paling atas, klik tab annotation categories. Nonaktifkan sections.
Klik OK untuk menutup dialog ini.
Sekarang view anda telah siap untuk diberi anotasi. Hanya objek-objek yang perlu ditampilkan saja yang tersisa.
set view.jpg
Aktifkan tab drafting pada design bar.
Aktifkan tool tag all not tag.
Tahan [ctrl], dan klik door_tags dan window_tags. Pastikan keduanya terpilih.
Aktifkan leader pada bagian kiri bawah dialog, dan klik OK.
tag all.jpg
Semua pintu dan jendela anda telah diberi tag.
Anda dapat merapikan tag dengan mengklik dan tarik grip pada masing-masing tag.
finished tag.jpg
Lakukan dengan cara yang sama untuk lantai satu.
08.50 | 0 komentar

Cara Melengkapi Anotasi

Pada dasarnya anda telah menyelesaikan model anda. Waktunya bersenang-senang sedikit. Anda dapat mencoba sendiri menggunakan component untuk melengkapi design. Component dapat berupa entourage (mobil, orang, pohon), furniture, lighting, dan sebagainya. Tidak sulit melakukannya. Dan setelah selesai, kita akan mulai melengkapinya lagi dengan anotasi.
Anotasi merupakan komponen penting dalam representasi desain. Meskipun anda telah merepresentasikan desain dengan menggunakan skala, anda tetap butuh untuk mencantumkan dimensi. Dan anda harus menambahkan anotasi lain seperti teks dan tag untuk mempertegas informasi anda. Pada bagian ini anda akan menambahkan dimensi pada denah anda. Anda kembali melanjutkan dari latihan yang anda buat sebelumnya.
Buka view floor plans:lantai dasar. Pada design bar, aktifkan tool dimension. Dimension dapat anda temukan pada tab basic atau tab drafting.
Pastikan pada option bar parameter prefer: wall centerlines dan pick: individual references.
dimension reference.jpg
Gerakkan pointer anda ke dinding (1), saat anda melihat garis centerline hijau putus-putus, klik kiri. Teruskan berturut-turut ke dinding (2), (3), dan (4).
dim individual.jpg
Gerakkan pointer anda ke bawah. Perhatikan bahwa sekarang anda melihat dimensi pada pointer anda. Klik pointer anda pada posisi yang anda inginkan.
Ulangi dengan cara yang sama. Kali ini buat dimensi antara dinding (1) dan dinding (4).
dimtotal.jpg
Dengan dimension masih aktif, ubah pada option bar, pick: entire walls. Klik option di sebelah pilihan pick tersebut.
autodim option.jpg
Pastikan openings tidak aktif. Dan intersecting grids aktif. Klik OK.
Pilihlah dinding di sebelah kiri bangunan anda. Revit secara otomatis akan membuat dimensi untuk setiap perpotongan dinding. Letakkan dimensi tersebut di posisi yang sesuai.
Lakukan hal yang sama untuk dinding di sebelah kanan.
dim1st.jpg
Lengkapi gambar anda dengan memberikan semua dimensi yang dibutuhkan.
Buka denah lantai satu.
Perhatikan bahwa anda melihat underlay dari denah lantai dasar. Denah ini ditampilkan dengan garis tipis. Kita akan menonaktifkan underlay ini.
Tekan [V], [P] untuk membuka view properties.
Pada dialog yang terbuka, ubah underlay menjadi ‘none’.
viewprop.jpg
Klik OK.
Lengkapi denah ini dengan dimensi seperti yang telah anda lakukan pada denah lantai dasar.
dim2nd.jpg
08.49 | 0 komentar

Cara Membuat Komponen In-place Pada AutoCAD

Perhatikan bahwa terdapat ruang terbuka diantara ceiling lantai dasar dan lantai satu. Anda akan menutupnya dengan membuat objek ceiling sendiri. Anda akan mengenal bagaimana membuat objek dengan menggunakan native 3D modeling. Objek jenis ini disebut in place component.
open area.jpg

Buat satu section melintang lagi seperti berikut.
section 02.jpg
Kita akan membutuhkannya untuk membuat sketch.
Aktifkan view ceiling plans:lantai dasar. Dari tab modeling, aktifkan tool create. Pilih kategori ceilings pada dialog yang muncul, klik OK.
family categories.jpg
Berikan nama ‘custom profile’ saat Revit menanyakan nama objek yang anda buat.
Pada design bar, pilih solid form>solid sweep. Anda akan masuk ke mode sweep.
Untuk memastikan anda bekerja pada bidang yang benar, klik set workplane… dari design bar. Pastikan pada bagian specify a new workplane yang aktif adalah name, dengan level: lantai satu aktif.
workplane.jpg
Aktifkan sketch 2D path. Ini akan mengaktifkan mode sketch. Buat sketch seperti pada gambar berikut. Ikuti bentuk ceiling yang anda buat sebelumnya. Mulailah menggambar dari kanan ke kiri, untuk memastikan garis hijau putus-putus pada path anda vertikal. Garis tersebut adalah workplane tempat anda menggambar profil ceiling anda.
path sketch.jpg
Klik dan tarik garis workplane tersebut ke depan garis potongan anda. Anda tidak akan dapat melihat profil yang anda buat jika workplane ada di belakang garis potongan. Klik finish path pada design bar. Anda akan kembali ke mode sweep.
Sekarang pada design bar, aktifkan sketch profile. Revit akan menawarkan pada anda untuk membuka view yang paralel dengan profil anda. Pilih section 2 yang baru anda buat. Klik open view.
Pada section view ini anda akan bekerja. Gunakan titik merah yang tampak sebagai titik acuan anda.
section sketch.jpg
Buatlah profil dengan bentuk kira-kira seperti berikut. Gunakan ukuran dan bentuk anda sendiri! Yang harus anda pastikan, profil ini menutupi lantai dan ceiling.
profile sketch.jpg
Setelah selesai, klik finish profile pada design bar. Klik finish sweep pada design bar. Klik finish family pada design bar.
Perhatikan bagaimana profil tersebut muncul pada section dan 3D view anda.
result.jpg
Buat satu profil lagi untuk menutup bagian yang ditunjukkan berikut ini. Gunakan cara yang sama dengan yang telah anda pelajari pada bagian ini.
second family.jpg
08.48 | 1 komentar

Cara Membuat Ceiling Pada AutoCAD

Ceiling atau ceiling diletakkan pada ceiling plans. Anda tidak menggunakan floor plans untuk membuat ceiling. Anda akan melengkapi ceiling untuk desain ini.
Kita akan mulai dari lantai satu. Buka view ceiling plans: lantai satu.
ceiling plan.jpg

Anda akan melihat bangunan anda dari lantai satu ke atas. Konsep ini sama dengan konsep yang digunakan di bidang arsitektur.
Perhatikan bahwa roof fascia tampak pada gambar ini. Kita tidak membutuhkannya untuk denah ceiling. Pilihlah fascia tersebut, dan sembunyikan dengan view>hide in view>elements.
Hide in view berbeda dengan hide element pada toolbar view control. Hide in view akan membuat objek juga tidak tampak saat dicetak.
Sekarang aktifkan ceiling pada tab modeling di design bar.
Gerakkan pointer anda pada bagian dalam bangunan anda. Perhatikan Revit akan mencari batasan ruang di bangunan anda. Ruang akan ditunjukkan dengan warna merah.
Klik untuk membuat ceiling di sana. Lakukan untuk setiap ruang interior anda.
Buat section, dan pelajari bagaimana ceilingd anda dibuat.
section.jpg
Sekarang kita akan pindah ke lantai dasar. Lantai dasar membutuhkan kerja tambahan, karena anda memiliki void. Anda harus mendefenisikan bagian tersebut dengan sketch.
Aktifkan view ceiling plans: lantai dasar. Buatlah ceiling pada setiap ruangan, kecuali yang diarsir pada gambar ini.
ceiling exclude.jpg
Kembali aktifkan ceiling. Aktifkan sketch pada option bar.
Anda akan kembali melihat mode sketch. Kali ini anda harus mendefenisikan sendiri bentuk ceiling, seperti saat anda membuat lantai.
Buatlah sketch untuk membentuk ceiling seperti berikut.
ceiling sketch.jpg
Klik finish sketch pada design bar setelah selesai.
Dengan cara yang sama, buat ceiling di bagian depan seperti berikut.
ceiling sketch 2.jpg
08.47 | 0 komentar